Kamis Sesuatu Serial Advokasi Hukum Pemilu Seri XLV

Kamis Sesuatu Serial Advokasi Hukum Pemilu Seri XLV: Diskusi Film The Manchurian Candidate

KPU Kabupaten Wonogiri kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial “Advokasi Hukum Pemilu” Seri XLV yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring, pada Rabu (1/4). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dengan fokus pembahasan diskusi film The Manchurian Candidate.

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono yang dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan adanya review film ini menjadi ikhtiar kita untuk memahami dinamika kebutuhan di dalam kekuasaan. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari film ini, setidaknya sebagai penyelenggara pemilu bisa mengambil hikmah di dalam cerita maupun apa yang disampaikan dalam film ini.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Brebes, Iman Syah Budiono. Ia menjelaskan bahwa pada seri kali ini akan memaparkan mengenai film The Manchurian Candidate, sebuah film bertema politik yang diadaptasi dari novel karangan Richard Condon yang diterbitkan pada tahun 1959 dengan judul yang sama. Kemudian pada tahun 2004 film The Manchurian Candidate di buat ulang oleh Jonathan Demme.

Lebih detail film The Manchurian Candidate dipaparkan oleh narasumber Mochamad Muarofah, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Brebes. Dalam pemaparannya, Muarofah menjelaskan bahwa film The Manchurian Candidate menceritakan tentang pencucian otak tentara untuk tujuan politik jahat. Mayor Bennet Marco salah satu tokoh dalam film ini berniat menyelidiki mimpi buruknya dan menemukan fakta bahwa rekannya, Raymond Shaw dicuci otaknya untuk menjadi pembunuh bayaran boneka untuk meloloskan agenda politik kelompok elite global (Manchurian Global).

Muarofah juga menyatakan bahwa manipulasi pikiran massa melalui alogaritma membuktikan bahwa kendali otak sudah beroperasi secara halus di era digital kita hari ini. Hal yang dapat dipelajari dari film ini yaitu publik figur yang dipoles terlalu sempurna dan meroket secara instan seringkali merupakan produk rekayasa sehingga jangan telan narasi secara mentah-mentah.

Kegiatan ditutup oleh Muslim Aisha, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Tengah yang menyatakan bahwa film The Manchurian Candidate sangat bagus bagi kita sebagai penyelenggara pemilu untuk mengetahui situasi seperti apa yang terjadi di dalam kandidasi.