Kamis Sesuatu 46

Bahas Ambisi Kekuasaan Rakus dan Amoral dalam Film “The Mayor”, KPU Kebumen Ikuti Kamis Sesuatu Edisi 46

KEBUMEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri XLVI yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4). Kegiatan ini mengangkat diskusi film The Mayor yang memiliki pesan tentang dinamika politik dan kepemimpinan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para komisioner, Kasubbag TPPH, serta staf TPPH KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah. Hadir sebagai narasumber, Nur Wachid Efendi, S.Pd.I, selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Salatiga.

Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Basmar Perianto Amron. Turut hadir melalui zoom, Muslim Aisha, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pengantarnya, beliau menyampaikan bahwa kajian rutin ini merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan jajaran KPU, khususnya dalam memahami isu-isu strategis yang dapat diambil dari berbagai perspektif, termasuk melalui media film.

Narasumber mengulas film The Mayor sebagai potret ambisi kekuasaan yang berpotensi mengikis nilai moral dan integritas. Film ini menceritakan sosok wali kota petahana yang berupaya mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara, termasuk manipulasi media, eksploitasi isu publik, hingga praktik kampanye tidak etis.

Diskusi juga menyoroti berbagai praktik negatif dalam kontestasi politik, seperti penyebaran hoaks, kampanye hitam, manipulasi opini publik, serta penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan elektoral. Hal tersebut menjadi refleksi penting bagi penyelenggara pemilu untuk terus menjaga integritas, profesionalitas, dan netralitas dalam setiap tahapan pemilu.

Selain itu, film The Mayor juga memberikan pembelajaran terkait pentingnya regulasi kampanye yang adil sebagaimana diatur dalam PKPU, termasuk larangan penyebaran informasi bohong dan isu SARA. Film ini sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berpegang pada nilai-nilai demokrasi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dari peserta yang memperkaya perspektif terhadap isu kepemimpinan, etika politik, dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemilu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dapat mengambil nilai-nilai pembelajaran yang relevan untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan secara profesional, akuntabel, dan berintegritas, serta mendorong terciptanya proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.