Perdalam Nilai Demokrasi Berintegritas melalui Kajian Novel Ombak dari Utara pada Kamis Sesuatu Seri ke-58
Batang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang kembali mengikuti Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri ke-58 yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026). Pada edisi Serial Advokasi Hukum Pemilu kali ini, pembahasan difokuskan pada novel Ombak dari Utara, sebuah karya sastra literasi demokrasi yang diinisiasi KPU Provinsi Jawa Tengah dan ditulis oleh sastrawan Abidah El Khalieqy.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota KPU Kabupaten/Kota, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (TPPH), serta jajaran staf TPPH KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah.
Membuka kegiatan, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Akmaliyah, menyampaikan bahwa Ombak dari Utara merupakan media edukasi yang mengangkat persoalan nyata dalam demokrasi Indonesia, khususnya praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Menurutnya, novel tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar menjadi pemilih yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.
Kajian menghadirkan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Purworejo, Dr. Imam Turmudi, S.Sy., M.Si., sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Ombak dari Utara tidak sekadar menghadirkan cerita fiksi, tetapi merepresentasikan berbagai persoalan demokrasi yang masih dihadapi masyarakat, seperti politik uang, penyebaran hoaks, hingga rendahnya partisipasi politik.
Imam Turmudi menguraikan bahwa praktik politik uang sering kali dipandang sebagai sesuatu yang wajar karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, budaya, maupun minimnya literasi politik masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan politik yang berkesinambungan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu menentukan pilihan secara rasional berdasarkan rekam jejak, integritas, dan visi para calon.
Ia juga menegaskan bahwa KPU memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas demokrasi melalui berbagai program pendidikan pemilih. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga dengan menghadirkan pendekatan-pendekatan kreatif, termasuk literasi berbasis karya sastra yang mampu menyampaikan pesan demokrasi secara lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain itu, keberhasilan membangun demokrasi yang sehat memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, media massa, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta elemen masyarakat lainnya menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya politik yang bersih dan berintegritas.
Bagi KPU Kabupaten Batang, kajian ini menjadi ruang refleksi untuk terus mengembangkan strategi pendidikan pemilih yang inovatif. Melalui pendekatan literasi seperti novel Ombak dari Utara, nilai-nilai kejujuran, integritas, partisipasi, dan tanggung jawab dalam berdemokrasi diharapkan dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam Kamis Sesuatu Seri ke-58, KPU Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan budaya demokrasi yang berintegritas. Demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya tahapan pemilu secara baik, tetapi juga oleh tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak politik uang serta menjaga nilai setiap suara sebagai amanah bagi masa depan bangsa.