Melalui Kajian Kamis Sesuatu Seri ke-46, KPU Batang Dalami Dinamika Ambisi Kekuasaan Lewat Diskusi Film The Mayor
Batang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri ke-46 yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Kegiatan tersebut mengangkat diskusi film The Mayor yang sarat pesan mengenai dinamika politik, kepemimpinan, dan etika kekuasaan.
Kegiatan diikuti oleh para komisioner, Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (TPPH), serta staf TPPH KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah. Hadir sebagai narasumber, Nur Wachid Efendi, S.Pd.I., selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Salatiga.
Acara dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Basmar Perianto Amron. Turut hadir secara daring Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Tengah, Muslim Aisha.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kajian rutin ini merupakan wadah peningkatan kapasitas dan wawasan jajaran KPU, khususnya dalam memahami berbagai isu strategis melalui beragam perspektif, termasuk melalui media film sebagai sarana refleksi.
Narasumber mengulas film The Mayor sebagai gambaran ambisi kekuasaan yang berpotensi mengikis nilai moral dan integritas. Film tersebut menceritakan sosok wali kota petahana yang berupaya mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara, mulai dari manipulasi media, eksploitasi isu publik, hingga praktik kampanye yang tidak etis.
Diskusi juga menyoroti berbagai praktik negatif dalam kontestasi politik, seperti penyebaran hoaks, kampanye hitam, manipulasi opini publik, serta penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan elektoral. Hal tersebut menjadi refleksi penting bagi penyelenggara pemilu untuk terus menjaga integritas, profesionalitas, dan netralitas dalam setiap tahapan pemilu.
Selain itu, film The Mayor memberikan pembelajaran mengenai pentingnya regulasi kampanye yang adil sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU, termasuk larangan penyebaran informasi bohong maupun isu SARA. Film tersebut juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan peserta yang memperkaya perspektif mengenai kepemimpinan, etika politik, serta pengawasan dalam penyelenggaraan pemilu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dapat mengambil nilai-nilai pembelajaran yang relevan untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan secara profesional, akuntabel, dan berintegritas, serta mendorong terciptanya proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.