Mahasiswa duduk berdiskusi sambil membaca di meja disalah satu sudut Pojok Baca Literasi Pemilu JDIH KPU Kabupaten Pohuwato, Senin 22 Juni 2026

JDIH Institut KPU Pohuwato Buktikan Diri sebagai Rumah Literasi Demokrasi bagi Mahasiswa

Pohuwato — Senin pagi, 22 Juni 2026, langkah kaki sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pohuwato memasuki Gedung B Kantor KPU Kabupaten Pohuwato dengan rasa penasaran. Bukan untuk mengurus administrasi pemilu — melainkan untuk menemukan sesuatu yang selama ini mungkin belum banyak mereka tahu ada di sana.
Di balik pintu Ruang JDIH KPU Kabupaten Pohuwato, sebuah ruang yang tenang namun penuh dengan koleksi hukum dan referensi kepemiluan, Ketua KPU Kabupaten Pohuwato Iskandar Ibrahim dan Anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Toyibin telah menunggu. Bukan dengan formalitas yang kaku, melainkan dengan keterbukaan seorang pengajar yang siap berbagi.
Iskandar membuka pertemuan dengan pesan yang sederhana namun mengena.

"Pojok Baca JDIH ini hadir bukan hanya untuk keperluan internal, tetapi untuk semua — termasuk mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin memahami proses demokrasi dari sumber yang valid," ujarnya.

Satu per satu, Toyibin memperkenalkan isi ruangan itu kepada para mahasiswa. Peraturan perundang-undangan kepemiluan, Peraturan dan Keputusan KPU, buku, jurnal, hingga produk hukum yang bisa dijadikan bahan penelitian — semuanya tersusun rapi, menunggu untuk dibaca dan dikaji.

"Mulai dari penyusunan skripsi, makalah, hingga penelitian — semuanya bisa memanfaatkan koleksi yang kami sediakan di sini. Yang paling penting, sumber yang diperoleh adalah sumber hukum yang resmi dan terpercaya," jelas Toyibin.

Para mahasiswa menyimak dengan seksama. Di antara mereka, Intan Makawekes tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

"Kunjungan ini membuka wawasan kami bahwa JDIH KPU merupakan sumber informasi hukum yang kredibel untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan peningkatan literasi kepemiluan," ungkapnya.

Desy Mohamad, rekan Intan, mengangguk setuju. Baginya, kunjungan hari itu bukan sekadar agenda kampus — melainkan sebuah kesadaran baru yang tumbuh perlahan.

"Melalui Pojok Baca JDIH KPU Kabupaten Pohuwato, kami semakin memahami pentingnya keterbukaan informasi hukum sebagai fondasi demokrasi yang berkualitas," tuturnya pelan namun penuh makna.

Ketika para mahasiswa itu akhirnya melangkah keluar, sesuatu telah berubah. Mereka datang dengan rasa penasaran — dan pulang membawa pemahaman baru tentang apa artinya menjadi warga negara yang melek demokrasi.
Itulah yang ingin terus diwujudkan oleh JDIH Institut KPU Kabupaten Pohuwato — bukan sekadar menyimpan dokumen hukum di balik lemari, melainkan membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin belajar. Karena di sinilah demokrasi dimulai: dari sebuah buku, sebuah peraturan, dan sebuah ruang baca yang bernama Pojok Baca JDIH. "Pustaka yang Kuat, Demokrasi yang Bermartabat."