Pelajari Peran dan Kepentingan Aktor dalam Penyelenggaraan Pemilu
Batang – Memahami pemilu tidak cukup hanya dengan melihat tahapan dan regulasinya. Di balik setiap proses demokrasi terdapat berbagai aktor dengan peran, kepentingan, dan pengaruh yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri ke-67 yang diikuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang secara daring dari Kantor KPU Kabupaten Batang, Jumat (18/9/2026).
Mengangkat tema “Membaca Aktor-Aktor Pemilu dan Kepentingannya”, kajian yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Tengah tersebut menghadirkan pegiat pemilu Dr. Nurlia Dian Paramita, S.IP., M.A. Kegiatan diikuti Anggota KPU Kabupaten/Kota, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggara Pemilu dan Hukum (TPPH), serta staf Subbagian TPPH KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Basmar Perianto Amron.
Dalam pengantarnya, Muslim Aisha menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemilu merupakan proses yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, mengenali siapa saja aktor yang terlibat, bagaimana perannya, serta apa kepentingannya menjadi penting dalam membaca berbagai persoalan pemilu. Pemetaan tersebut dapat membantu penyelenggara melihat suatu persoalan secara lebih utuh, termasuk memahami hubungan dan dinamika antaraktor di dalamnya.
Nurlia Dian Paramita menjelaskan sejumlah aktor yang memiliki keterkaitan dengan proses pemilu, mulai dari partai politik, pemilih, pemerintah, penyelenggara pemilu, media, lembaga peradilan dan penegak hukum, lembaga legislatif, hingga masyarakat sipil. Ia juga menguraikan sejumlah tantangan terhadap integritas pemilu, seperti ketimpangan transformasi sosial dan ekonomi, regulasi pendanaan kampanye yang belum optimal, disinformasi dan misinformasi di media, serta meningkatnya skeptisisme masyarakat. Dalam konteks tersebut, dinamika politik juga tidak terlepas dari pengaruh modal, literasi politik, politik kekerabatan atau dinasti, dan kontrol sosial.
Melalui Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri ke-67, jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah mendapatkan perspektif untuk membaca pemilu tidak hanya dari sisi tahapan dan aturan, tetapi juga dari interaksi berbagai aktor yang berada di dalamnya. Pemahaman terhadap peran dan kepentingan masing-masing aktor diharapkan dapat memperkuat kemampuan penyelenggara dalam mengidentifikasi dinamika, memahami potensi persoalan, dan menjaga proses pemilu tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi dan integritas.