Melalui Novel Pulang, Kamis Sesuatu Seri LXIII Ajak Refleksi Makna Indonesia Sebagai Rumah Bersama
KEBUMEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen mengikuti Kajian Rutin Kamis Sesuatu seri ke-LXIII yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah di Ruang Rapat, Rabu (19/8). Kamis Sesuatu dalam serial advokasi hukum pemilu kali ini mengangkat novel “Pulang” karya Leila S. Chudori
Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota KPU Kabupaten/Kota, Kasubbag TPPH, serta staf Subbagian TPPH KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Basmar Perianto Amron. Turut hadir melalui zoom, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Tengah, Muslim Aisha.
Hadir sebagai narasumber, Fatkhuddin, S.Pd.I.,M.Pd.I, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan dengan dimoderatori oleh Angga Bagus Andriyanto, S.E., Kasubbag TPPH KPU Kabupaten Pekalongan.
Dalam pemaparannya, Fatkhuddin menjelaskan bahwa novel Pulang tidak sekadar menghadirkan kisah tentang perjalanan dan pencarian tempat untuk kembali, tetapi juga mengajak pembaca untuk merefleksikan makna Indonesia sebagai rumah bersama. Kisah Dimas dalam mencari jalan pulang ke Indonesia menjadi pintu masuk untuk melihat kembali hubungan antara individu, negara, dan rasa memiliki terhadap tanah air.
Menurutnya, refleksi tersebut memiliki keterkaitan dengan kehidupan demokrasi. Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai sebuah wilayah atau negara tempat seseorang kembali, tetapi juga sebagai ruang bersama yang memberikan tempat bagi setiap warga negara, dengan segala perbedaan yang dimilikinya.
“Dimas mencari jalan pulang ke Indonesia. Kita mungkin tidak perlu mencari jalan pulang sejauh itu. Sebab Indonesia ada di sekitar kita,” menjadi salah satu refleksi yang disampaikan dalam pemaparan tersebut. Demokrasi, memiliki tugas untuk memastikan tidak ada seorang pun yang kehilangan rasa memiliki terhadap negeri ini. Negara yang demokratis bukan hanya negara yang memberikan hak kepada rakyat untuk memilih, tetapi juga negara yang membuat setiap warga merasa bahwa meskipun berbeda, mereka tetap memiliki rumah bersama.
Melalui diskusi novel Pulang, kegiatan Kamis Sesuatu seri ke-LXIII menjadi ruang refleksi bagi jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah untuk melihat nilai-nilai demokrasi dari perspektif yang lebih luas. Sastra tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk memahami persoalan kebangsaan, keberagaman, serta pentingnya membangun rasa memiliki terhadap Indonesia.