Cermin Retak Demokrasi di Ruang Kelas dari Diskusi Film: Please Vote For Me
BLORA - Hari ini, Kamis (23/4/2026), jajaran Komisioner bersama Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum (TPPH) beserta staf KPU Kabupaten Blora, mengikuti kegiatan Kajian Rutin "Kamis Sesuatu Serial:Advokasi Hukum Pemilu", Seri XLVIII secara daring. Forum diskusi hukum kepemiluan ini difasilitasi oleh KPU Provinsi Jawa Tengah.
Kajian Advokasi pemilu kali ini mengangkat topik bedah film dokumenter Tiongkok bertajuk "Please Vote For Me" dengan narasumber Haryono, S.H.I., M.Si., selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pati.
"Eksperimen pemilu di ruang kelas ini murni merupakan refleksi dari lingkungan sosialnya. Sistem yang ideal tidak akan berarti tanpa adanya budaya politik yang matang,"tuturnya.
Oleh Karena itu, esensi demokrasi harus diperjuangkan melebihi batasan seremonial, memastikan bahwa ajang pemilu benar-benar menjadi ruang adu gagasan,"imbuhnya.
Film ini menangkap realita eksperimen demokrasi lewat ajang pemilihan ketua kelas 3 SD di Wuhan. Sangat disayangkan, simulasi yang seharusnya bersih ini justru mengamplifikasi cacat sistemik dari dunia orang dewasa, mulai dari manuver politik uang , kampanye hitam untuk menjatuhkan rival , hingga serangan emosional berbalut identitas gender.
Kegiatan advokasi ini menjadi ruang refleksi yang sangat baik bagi kita semua. Potret mikrokosmos dari film ini menjadi peringatan nyata: bahwa demokrasi hanyalah cermin dari masyarakat yang mengoperasikannya. Pemilu tidak akan pernah memunculkan pertarungan visi yang substansial jika tidak diiringi dengan budaya dan literasi politik pemilih yang cerdas.
Mari kawal demokrasi dengan senantiasa membekali diri melalui literasi politik yang sehat. *(gal)