Perkuat Wawasan Kepemiluan, KPU Kudus Ikuti Advokasi Hukum Pemilu Seri XLVIII

Kudus – Dalam rangka meningkatkan pemahaman kepemiluan, KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial Advokasi Hukum Pemilu Seri XLVIII pada Kamis (23/4). Pada seri kali ini, kajian mengangkat film dokumenter Please Vote for Me sebagai bahan diskusi.

Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Teknis Penyelenggaraan, M.Machruz, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tema ini lebih menarik karena akan mengkaji sebuah film tentang demokrasi di lingkungan sekolah. Mari kita bersama menyimak inti cerita dan bagaimana proses serta dinamikanya dalam proses pemilihan ketua kelas.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Deddy Pirngadi, Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Pati. Dalam pengantarnya, Deddy menjelaskan bahwa film yang diangkat pada seri ini menggambarkan sebuah simulasi demokrasi di tingkat sekolah dasar di Wuhan, Tiongkok.

Penjelasan lebih detail disampaikan oleh narasumber, Haryono Anggota KPU Kabupaten Pati Divisi Hukum dan Pengawasan. Haryono menjelaskan bahwa film tersebut menceritakan tiga kandidat ketua kelas, yakni Luo Lei, Cheng Cheng, dan Xu Xiaofei, yang harus bersaing memperoleh dukungan teman-temannya. Berbagai strategi kampanye dilakukan, mulai dari pidato, debat, hingga pertunjukan bakat.

Namun demikian, dalam prosesnya persaingan berkembang menjadi semakin intens dan emosional. Bahkan, keterlibatan orang tua turut mewarnai dinamika tersebut dengan praktik-praktik yang tidak sehat, seperti politik uang, serangan identitas, dan kampanye hitam.

Melalui film ini, peserta diajak memahami bahwa praktik demokrasi tidak hanya soal mekanisme pemilihan, tetapi juga berkaitan erat dengan budaya politik yang melandasinya. Sebagai penutup, Haryono menekankan bahwa film Please Vote for Me memberikan pelajaran penting bahwa sistem demokrasi yang ideal tidak akan berjalan optimal tanpa didukung oleh budaya politik yang matang dan berintegritas. (tpph)